Tanamkan Pada Diri anda untuk Bekerja Keluar Negeri

Posted on

 

  1. Berpikir positif!

Ini penting. Kondisi menganggur memang dapat  membuatmu tak nyaman bahkan mulai beranggapan  bahwa terdapat  yang salah dengan dirimu. Hey, percaya deh, Tuhan telah  mempersiapkan yang terbaik guna  kamu. Penolakan kerja kemarin barangkali  memang belum rezekimu tetapi anda  harus tetap berusaha. Tanamkan benak  bahwa kamu dapat  bertahan dan pada akhirnya terbit  dari kondisi  tersebut.

 

 

  1. Kurangi pengeluaran

Karena statusmu bukan mahasiswa lagi dan belum mempunyai  penghasilan sendiri, terdapat  baiknya kemauan  untuk hura-hura atau melakukan pembelian  barang–barang tersier ditunda dulu. Belajarlah berhemat. Lebih baik uangmu digunakan  untuk mengirim berkas lamaran kerja atau biaya  menghadiri jobfair, ya kan?

 

 

  1. Bangun koneksi

Sembari menantikan  panggilan kerja datang, kamu dapat  menghubungi kenalanmu saat  kuliah dulu dan menanyakan apakah terdapat  lowongan yang cocok  untukmu di lokasi  mereka bekerja. Teruslah berjuang  dan memperkuat koneksi, siapa tahu terdapat  rezeki kegiatan  untukmu.

 

 

  1. Pikirkan untuk memungut S2

Jika anda  merasa butuh  untuk memungut  S2 dan orang tuamu mendukung, kerjakan  saja. Namun bila  ongkos  menjadi tantangan  sementara kamu hendak  melanjutkan S2 ketimbang melulu  duduk menantikan  di rumah, menggali  beasiswa dapat  jadi opsi.

 

 

  1. Tekuni hobi

Di masa-masa  luang yang anda  miliki sekarang, tak terdapat  salahnya menekuni pulang  hobi-hobi yang sekitar  ini sempat terlantar  sebab  kesibukan semasa kuliah. Usahakan guna  tetap produktif ketika anda  menunggu panggilan kerja. Siapa tahu pekerjaan  tersebut justru dapat  menjadi rezeki bagimu.

 

 

Karena saya berkecimpung di dunia TKI dan PJTKI/PPTKIS yang sedang di  bawah izin Kemenakertrans, jadi untuk kamu  yang pelaut, minta  maaf saya tidak dapat  memberi informasi banyak. Tapi mudah-mudahan artikel  ini dapat  menjadi perbandingan.

 

Perekrutan dan penempatan pekerja ke luar negeri, secara umum terdapat  dua jenis kegiatan  yang lazimnya  tersedia dipecah  dalam dua kategori; informal dan formal.

 

TKI informal, penempatannya ialah  pada perorangan, pribadi  sering anda  dengar sebagai penolong  rumah tangga. Di media cetak dan elektronik, mereka berikut  yang sangat  sering disorot bila   terjadi persoalan  dan hampir-hampir menyusun  citra keseluruhan mengenai  TKI; perempuan, tak berdaya, miskin, dizholimi, bodoh, memalukan, dan anggapan negatif lainnya.

 

TKI formal, laksana  namanya ialah  TKI yang bekerja pada perusahaan.

 

Secara garis besar TKI kita tidak sedikit  ada  pada dua area  saja: negara-negara Arab (saya tidak menggunakan  istilah Timur Tengah, sebab  sebenarnya area  tersebut tidak sedang di  sebelah unsur  timur  negara kita) dan Asia Pasific (Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea, Jepang)