Syarat Dan Biaya Jasa Maklon Kosmetik

Posted on

Maklon kosmetik merupakan jenis usaha yang masuk dalam kategori sub kontrak, antara pemberi dan penerima jasa. Jasa ini biasanya dilakukan oleh lembaga yang ingin membuat suatu produk tanpa ingin repot melakukan proses produksi, karena proses produksi hingga produk siap dipasarkan membutuhkan waktu yang cukup lama serta biaya yang cukup besar. Maka dari itu kenapa banyak sekali orang yang lebih tertarik untuk menggunakan biaya jasa maklon kosmetik, ketimbang melakukan proses produksinya sendiri. Seperti yang kita tahu, proses produksi memakan waktu dan biaya yang cukup banyak mulai dari perijinan hingga legalitasnya. Rata-rata orang indonesia tahu bahwa untuk menyelesaikan legalitas membutuhkan waktu yang panjang dan rumit, pengurusan legalitas di BPOM saja bisa menjapai tahunan hingga selesai.

Banyak pebisnis yang lebih mempercayakan proses ini kepada penyedia layanan maklon kosmetik, karena si pengguna jasa bisa lebih fokus ke pemasaran tanpa perlu memikirkan kerumitan lainnya. Apabila anda tertarik untuk menggunakan jasa seperti yang diberikan oleh PT Adev Natural  Indonesia ini, berikut ini skema umum yang ada dalam perusahaan maklon kosmetik.

  1. Idea generating tentang produk yang dapat berasal dari vendor ataupun berasal dari pemakloon, atau dapat juga berasal dari brainstorming keduanya.
  2. Perancangan konsep produk mengenai segmentation, targeting and promotion. Diamna setiap produk pastilah memiliki segmen market tersendiri, apabila anda belum memiliki segmen pasar maka anda perlu mencarinya terlebih dahulu hingga anda benar-benar memiliki pasar sendiri.
  3. Perancangan fisik produk meliputi logo, warna dan bentuk kemasan produk, merk atau brand, jenis dan warna produk.
  4. Pengaturan biaya yang tepat, sehingga bisa mewujudkan ide menjadi nyata. Periksa kemabali apakah pemberi jasa anda mensyaratkan jumlah minimal order terhadap produk atau tidak, apakah biaya yang dikeluarkan sudah mencakup biaya pengurusan sertifikasi produk ke lembaga seperti BPOM dan LP POM MUI.
  5. Penandatanganan kerjasama kontrak manufakturing.
  6. Dimulainya produksi produk yang disepakati dalam kontrak, dimana pada tahapan akhir proses produksi biasanya akan dilakukan pengawasan mutu atau kualitas oleh bagian QC (quality control).
  7. Pengemasan produk, yang kemudian dilanjutkan dengan pengiriman produk ke pengguna jasa maklon kosmetik.