Sejarah Paper Bag adalah Kisah Perjuangan Perempuan

Posted on

Charles F. Annan memiliki permintaan menjadi seorang penemu. Di abad ke 19, ia hendak mematenkan produk mesin pembuat paper bag —tas atau kantong kemasan yang terbuat berasal dari bahan kertas. Masalahnya, Annan mengidamkan mematenkan mesin yang tidak ia ciptakan sendiri. Pencipta mesin kayu pembuat paper bag adalah Margaret Knight.

Melihat perbuatan Annan, Margaret melapor ke polisi. Penyelesaian persoalan berjalan di pengadilan. Di sana Annan bicara bahwa seorang perempuan tidak dapat menjadi penemu yang kredibel. Pria ini menyangsikan kebolehan Knight didalam memahami kompleksitas mesin.

Para penegak hukum terhadap pada akhirnya berpihak terhadap Knight. Mereka lihat bukti gambar dan catatan Knight tentang pembuatan mesin. Sedangkan Annan kelimpungan dan tak dapat sedia kan bukti serupa. Hal itu memicu hakim percaya bahwa Knight ialah penemu mesin paper bag. Kisah Knight ini tertera didalam makalah “The Evolution of the Grocery Bag”.

Eksperimen Knight berawal waktu ia bekerja di Columbia Paper Bag Company, Massachusetts. Saat itu ia terasa ada kesempatan inovasi didalam produk paper bag. Knight lantas melakukan uji cobalah bersama dengan memicu mesin yang dapat memotong dan melipat kertas persegi panjang untuk dilipat menjadi sebuah kantung kemasan. Knight tunjukkan uji cobalah itu sukses disaat ia sukses mencetak ribuan kantung kemasan.

Hal ini memicu Knight tersohor. Pada zaman tersebut sebenarnya ada lebih dari satu wanita yang menjadi penemu, tapi tak banyak yang beroleh paten atas karyanya. Penyebabnya, antara lain, perkara, “budaya yang merendahkan para perempuan.” Namun Knight berbeda. Ia berjuang untuk beroleh paten. Ia menjadi salah satu perempuan Amerika Serikat pertama yang sukses mematenkan produk ciptaannya.

Kemudian Knight bersua bersama dengan seorang pebisnis yang bersedia bekerjasama dengannya. Mereka mendirikan perusahaan Eastern Paper Bag Company di Connecticut. Bisnis ini memicu Knight mendapat keuntungan sekitar 2.500 dolar, royalti, dan saham perusahaan. Ketika Knight pada akhirnya sukses mendapat royalti sebesar 25.000 dolar, ia memutuskan menutup perusahaannya dan menciptakan penemuan lain.

Inovasi Knight diteruskan oleh penemu-penemu lain, tidak benar satunya Luther Corwell. Inovasi-inovasi dibikin agar paper bag kian nyaman digenggam. Di Amerika, kepopuleran paper bag terasa alami penurunan terhadap tahun 199-0an. Ini berjalan lantaran terciptanya kantung plastik. Meski demikian mengolah paper bag terus berlanjut.

The Green Book melaporkan hasil penelitian tahun 2017 yang menyebutkan bahwa 86% orang pilih kertas sebagai material didalam katung kemasan. Sekitar 93% orang berasumsi material kertas perlu lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kantung kemasan. Penelitian ini termasuk menyebut bahwa paper bag menciptakan jalinan emosional antara penjaja dan konsumer lantaran kantung dapat digunakan kembali untuk mempunyai benda-benda personal berasal dari konsumer. Sekira 80% konsumer berpikir bahwa nama merk yang dicetak di permukaan kertas menarik dan memicu tas nyaman digunakan.

Di ranah mode, paper bag tidak hanya digunakan sebagai katung belanja. Di tangan desainer fesyen, kantung kemasan beralih menjadi barang dagangan. Pada 2009, label busana Chanel pernah menciptakan tas sama kantung kemasan didalam koleksi musim panas. Tas itu dibikin berasal dari bahan kulit, terdiri berasal dari tiga ukuran dan tiga warna. Benda ini diberi nama Esential Chanel Handbag.

Pada permukaan tas tertera Chanel 31 Rue Chambon, lokasi yang dipilih Coco untuk terhubung toko. Tas diciptakan lantaran dianggap dapat menghidupkan nostalgia masa-masa awal berdirinya toko Chanel. Bryan Boy, fesyen blogger dan juri ajang America’s Next Top Model menulis di blog-nya bahwa ia perlu segera membeli benda tersebut.

Dua tahun sehabis kantung kemasan Chanel dipasarkan, desainer Jil Sander menciptakan tas berbentuk paper bag karya Knight. Tas terbuat berasal dari material coated paper dan dijual bersama dengan harga 261 dolar. Produk yang dinamakan Vasari ini pertama kali diperlihatkan ke publik didalam peragaan busana pria karya Jil. Vasari terjual habis didalam waktu tiga minggu sejak dipasarkan. Permintaan berasal dari customer terus berdatangan. Jil merespons permintaan itu bersama dengan menciptakan varian Vasari yang terbuat berasal dari kulit dan dijual bersama dengan harga 706 dolar.

“Benda ini ialah fashion statement,” kata Mildred Fabian, direktur regional Jil Sander.

Demna Gvasalia, direktur kreatif tempat tinggal mode Balenciaga menciptakan tas sama kantung membeli terhadap kebanyakan bersama dengan harga 1.100 dolar. Tas itu berwarna putih, dilengkapi tali genggaman hitam, dan bertuliskan Balenciaga. Time melaporkan tas tersebut dibikin berasal dari kombinasi material kulit dan perak serta dilengkapi bersama dengan sejumlah kantung untuk menyimpan benda penting. Demna menciptakan produk bersama dengan tujuan menarik perhatian customer muda.