Relaksasi Dari Pajak Barang Mewah, Membuat Saham Emiten Properti Melambung Tinggi

Posted on

Relaksasi Dari Pajak Barang Mewah, Membuat Saham Emiten Properti Melambung Tinggi

Jasa Konsultan Pajak Jakarta – Obral insentif yang telah dilakukan oleh pemerintah nampaknya direspon cukup positif oleh para investor. Salah satunya bisa dilihat dari sektor property yang kabarnya akan menurunkan penerimaan pajak property mewah.

Ini disesuaikan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo supaya dilakukan evaluasi secara berkala pada insentif perpajakan untuk terus membantu menarik investasi, Kemenkeu sudah mempersiapkan beragam kebijakan perpajakan demi mengatasi permasalahan tersebut.

Saham-saham emiten property langsung melesat. Sektor property di penutupan dari Indeks Harga Saham Gabungan mengalami peningkatan sebesar 6.34 poin atau setara dengan 1.5% ke 433,41. Berikut ini data sejumlah emiten property yang mana saham mereka mengalami peningkatan pada penutupan perdagangan.

  1. Saham dari PT Intiland Development Tbk ditutup mengalami kenaikan 1.36% saham awalnya dibuka di level Rp. 296, dan level tertingginya Rp. 300 lalu nilai terendahnya Rp. 294.
  2. Lantas ada saham dari PT Ciptura Development Tbk, yang ditutup naik menjadi 3.59%. Saham ini dibuka dari Rp. 975 dan level paling tinggi Rp. 1.040 lantas paling rendah Rp. 975
  3. Saham dari PT Bumi Serpong Damai Tbk, ditutup naik 6.45%. Saham tersebut telah dibuka di level Rp. 1.255 lalu memiliki level tertinggi Rp. 1.345 dan paling rendah 1.255.
  4. Saham dari PT Agung Padomoro Land Tbk naik menjadi 4.73% dibuka di level Rp. 150 dan level tertingginya Rp. 157.
  5. Saham yang dikumpulkan oleh PT Summarecon Agung Tbk ditutup mengalami peningkatan menjadi 5.84% dibuka level Rp. 690 dan level paling tingginya Rp. 730
  6. Saham dari PT Alam Sutera Tbk naik 3.21% dibuka pada level Rp. 312 dan level paling tingginya Rp. 324.

Untuk insentif pajak dari sektor property menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani sekarang ini tengah diselesaikan PMK terutama untuk apartemen, rumah yang selama ini memperoleh kendala karena PPnBM yang tinggi dengan cara menaikan batas bawahnya dari yang semula Rp. 20 miliar jadi Rp. 30 miliar dan menurunkan pajak penghasilan untuk pembelian hunian dari 5% jadi 1% saja.